*🌠MUHASABAH DIRI EDISI SELASA, 4 FEBRUARI 2020 TENTANG TIGA PULUH AKHLAK TERPUJI*👇
*( Bagian 4 : Lima tanda orang tawadu)*
Sebagaimana kita ketahui bersama
Allah SWT berfirman:
وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,"
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa orang yang rendah hati adalah merupakan hamba Alloh Yang Maha Pengasih.
Salah satu di antaranya adalah tawadlu.
Tawadhu’ atau rendah hati merupakan salah satu sikap terpuji sebab itu merupakan akhlak orang mukmin sejati. Seseorang yang bersikap sebaliknya–takabur–sangat dibenci oleh Allah SWT. Orang takabur diancam tidak akan masuk surga sampai ia bertobat dan tidak lagi menjadi orang takabur.
Melansir dari dari
nu.id.com. setidaknya ada lima tanda orang yang tawadhu yaitu
*1.Tidak suka atau tidak berambisi menjadi orang terkenal*.
Orang seperti ini menghindari penonjolan diri atau mencari muka demi meraih popularitas. Artinya orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang ikhlas bekerja tanpa pamrih mendapatkan kemasyhuran di tengah-tengah masyarakat, apalagi mencari pujian.
*2.Menjunjung tinggi kebenaran* dan bersedia menerimanya tanpa memandang hal-hal duniawi, seperti status sosial, dari orang yang menyatakannya. Hal ini sejalan dengan nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA berbunyi, “La tandhur ilâ man qâla, wandhur ilâ ma qâla (Jangan melihat siapa yang mengatakan, lihatlah apa yang dikatakannya)." Jadi orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang sportif atau jujur. Ketiga, tidak segan-segan untuk bergaul dengan fakir miskin, dan bahkan secara tulus mencintai mereka. Hal ini persis seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikisahkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji, karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji, halaman 123, sebagai berikut: “Wakâna shallallâhu alaihi wassalam syadidal haya’i wattwadhu’i.... yuhibbul fuqarâ’a wal masâkina wayajlisu ma’ahum.” (Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat pemalu dan amat tawadhu’... beliau mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan bergaul dengan duduk bersama mereka.)
*4.Ringan tangan*
dalam membantu orang-orang yang memerlukan bantuan sehingga bersedia bertindak atas nama mereka. Ia tidak merasa turun derajat jika yang ia bantu ternyata dari kalangan yang lebih rendah atau orang-orang biasa. Dengan kata lain orang tawadhu’ tidak suka bersikap diskriminatif sehingga hanya bersedia membantu orang-orang yang sederajat atau lebih tinggi saja.
*5.Tidak merasa berat untuk mengucapkan terima kasih*
Kepada siapa saja yang telah membantu menunaikan kewajibannya, karena suatu alasan, tanpa memandang status sosialnya. Ketika ternyata ada yang lalai dalam membatu, ia tidak keberatan untuk memaafkannya. Dengan kata lain orang tawadhu’ tentu berterima kasih atas kebaikan orang lain dan tidak keberatan untuk memaafkan mereka yang telah berbuat salah.
Semoga kita semua termasuk orang yang memiliki lima tanda tawadlu sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Termasuk Akhlak Yang Mulia
TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...
-
Jika kamu merasa bersyukur 👏 atas segala Rahmat Allah, jangan sungkan Tunaikanlah ibadah haji sebelum tidur.... Ini sangat menarik...
-
Kisah yang inspiratif. Seorang manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, keti...
-
*🌠MUHASABAH DIRI TENTANG SEPULUH LANGKAH MEMBUAT RIZKI MENGHAMPIRI KITA*🌈 Sebagai mana kita ketahui Allah SWT berfirman: وَّيَرْزُقْ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar