Jumat, 28 Februari 2020

5 Kiat Sukses Mendidik Anak

5 Kiat Sukses Mendidik Anak | Ustadz Arifin Ilham

Sahabatku inilah diantara LIMA KIAT SUKSES mendidik Anak:

1. Orang tua teladan dalam cinta kasih sayang, ibadah, amal sholeh dan kemuliaan akhlak,

2. Menanamkan kebiasaan kebiasaan yang baik sejak dini, seperti disiplin diri, waktu, kejujuran, kebersihan dsb,

3. Orang tua selalu belajar Alqur'an dan Sunnah, siap menjadi guru untuk mengajar anak anaknya secara serius "wa huwa yaizhuhu", tiga ilmu pokok, Tauhid, Ibadah terutama sholat dan Akhlak mulia, sebagaimana Luqmanul Hakim mendidik anaknya (QS Luqman 13-19),

4. Hadiah dan pujian karena prestasi dan sangsi yang mendidik atas kenakalan anak anak,

5. Doa orang tua sangat mustajab, terutama doa dipenghujung malam.

"Allahumma ya ALLAH jadikanlah anak anak cucu keturunan kami sebagai GENERASI yang SHOLEH SHOLEHAH, Selamat dunia akhirat... Aamiin".

Semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Februari 2020

Jeniusnya Rasulullah tentang Kesehatan Hati

MUTIARA PAGI:

*🌠JENIUSNYA RASULULLAH tentang KESEHATAN HATI*👇

_*"Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu"*_

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis...
Benci banget ?
Dendam banget ?
Nggak suka banget ?
Sedih Banget ?
Kecewa banget ?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh...
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi....

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja...

Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi..

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak...
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh....

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak.
Kecewa masih berlanjut.
Perasaan masih ga enak.
Benci masih kuat.

_SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI_

Serius?

Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam.. pernah berkata :

"Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk."

Itulah *"H A T I"*

Seharus ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama...

Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan.

Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci...dan di bersihkan.

_*Tanda hati bersih dan suci adalah :*_

-. Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain..
-. Selalu semangat berbagi tanpa pamrih..
-. Selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita..

_Termasuk saat kita dimusuhin ?_ _Dibenci ?_

_*Gak apa...Berarti Dosa kita, jadi ada yang tanggung*_

_Di dzalimi?_

_*Wah, ini dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang...*_
_*Allah Arrahmaan Arrahiim...*_

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu.

Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tidak perlu merasa rugi, Karena semua ada hikmahnya...

*PASTIKAN ITU*

Kalau hati terasa tidak baik, dengan tanda2 :
ada rasa sedih, kecewa, benci, dendam, segera action...

_Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:_

*1. Ikhlas*

Tarik nafas, buang nafas.
Setiap nafas adalah nafas baru, harapan baru.

Jangan pusing dengan yang lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.

*2. Terima dan hargai*

Allah Maha Besar dan Maha Tahu, Allah tahu yang terbaik buat kita, semua pasti baik dan bermanfaat.

*3. Bersyukur dibalik bencana jadi karunia*

Bertanyalah: “Kenapa ya kira-kira Allah – Yang Maha Kasih dan sangat mengasihiku, memberikan sesuatu yang tidak kusukai dan tidak sesuai dengan harapanku ini?

Kira-kira apa kebaikan di baliknya?

Ada pelajaran...
Rubah Mindset-nya husnudzon, berbaik sangkalah sama Allah.

*4. Berbagi tanpa pamrih*

Apapun hikmah yang ada, pasti bisa dibagi.

Pasti ada pengalaman baru, kesadaran baru, yang bisa diberikan pada yang lain.

Bagilah senyum pada semua.
maafkan semua orang...

Do'akan semua orang yang pernah singgah di hati kita.

Apa do'a yang harus di panjatkan untuk diri sendiri dan orang yang terkait?

Apa kira-kira yang kita bisa lakukan dengan lebih baik lagi, untuk hanya mengharap Ridha Allah semata.

*5. Bahagia saat orang lain bahagia*

Termasuk orang yang awalnya tidak Kita sukai....
Kita benci....
Kita anggap merugikan...
Kita anggap mengecewakan..

Apalagi terhadap orang2 yang berjasa kepada kita..
Muliakan mereka sebagai wujud rasa syukur kepada Allah...
Kita jadi tegar seperti sekarang...
Ada jasa terbaik mereka di hati kita...

Muliakan saudara kita yang pernah menolong kita.. meskipun si penolong membuat kecewa...dan kecewa.. maafkan kekecewaaannya..
mulyakan jasanya..
Allah-lah yang akan membalas segala keikhlasan..

Ketika  Penyakit hati pelan-pelan sembuh... Maka Begitu juga penyakit tubuh akan hilang dan sembuh.

Ayo berusaha selalu jaga kesehatan hati mulai detik ini.

Semoga tidak ada lagi rasa benci atau kecewa di hati kita..

Semoga Allah Ridha dengan niat kita untuk selalu Membersihkan Hati...

بارك الله فيكم و يحفظكم

Semoga bermanfaat
👍🏻💚💐👌🏻

Senin, 03 Februari 2020

Lima Tanda Orang Tawadhu

*🌠MUHASABAH DIRI EDISI SELASA, 4 FEBRUARI 2020 TENTANG TIGA PULUH AKHLAK TERPUJI*👇

*( Bagian 4 : Lima tanda orang tawadu)*

Sebagaimana kita ketahui bersama
Allah SWT berfirman:

وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا

"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,"
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa orang yang rendah hati adalah merupakan hamba Alloh Yang Maha Pengasih.
Salah satu di antaranya adalah tawadlu.
Tawadhu’ atau rendah hati merupakan salah satu sikap terpuji sebab itu merupakan akhlak orang mukmin sejati. Seseorang yang bersikap sebaliknya–takabur–sangat dibenci oleh Allah SWT. Orang takabur diancam tidak akan masuk surga sampai ia bertobat dan tidak lagi menjadi orang takabur.
Melansir dari dari
nu.id.com. setidaknya ada lima tanda orang yang tawadhu yaitu

*1.Tidak suka atau tidak berambisi menjadi orang terkenal*.

Orang seperti ini menghindari penonjolan diri atau mencari muka demi meraih popularitas. Artinya orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang ikhlas bekerja tanpa pamrih mendapatkan kemasyhuran di tengah-tengah masyarakat, apalagi mencari pujian.   

*2.Menjunjung tinggi kebenaran* dan bersedia menerimanya tanpa memandang hal-hal duniawi, seperti status sosial, dari orang yang menyatakannya. Hal ini sejalan dengan nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA berbunyi, “La tandhur ilâ man qâla, wandhur ilâ ma qâla (Jangan melihat siapa yang mengatakan, lihatlah apa yang dikatakannya)." Jadi orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang sportif atau jujur.   Ketiga, tidak segan-segan untuk bergaul dengan fakir miskin, dan bahkan secara tulus mencintai mereka. Hal ini persis seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikisahkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji, karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji, halaman 123, sebagai berikut: “Wakâna shallallâhu alaihi wassalam syadidal haya’i wattwadhu’i.... yuhibbul  fuqarâ’a wal masâkina wayajlisu ma’ahum.” (Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat pemalu dan amat tawadhu’... beliau mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan bergaul dengan duduk bersama mereka.) 

*4.Ringan tangan*

dalam membantu orang-orang yang memerlukan bantuan sehingga bersedia bertindak atas nama mereka.  Ia tidak merasa turun derajat jika yang ia bantu ternyata dari kalangan yang lebih rendah atau orang-orang biasa. Dengan kata lain orang tawadhu’ tidak suka bersikap diskriminatif sehingga hanya bersedia membantu orang-orang yang sederajat atau lebih tinggi saja. 

*5.Tidak merasa berat untuk mengucapkan terima kasih*

Kepada siapa saja yang telah membantu menunaikan kewajibannya, karena suatu alasan, tanpa memandang status sosialnya. Ketika ternyata ada yang lalai dalam membatu, ia tidak keberatan untuk memaafkannya. Dengan kata lain orang tawadhu’ tentu  berterima kasih atas kebaikan orang lain dan tidak keberatan untuk memaafkan mereka yang telah berbuat salah. 

Semoga kita semua termasuk orang yang memiliki lima tanda tawadlu sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...