Sabtu, 31 Maret 2018
WANITA SHOLEHAH YANG DI TOLAK MASUK SURGA
Ada seorang wanita yang sangat rajin beribadah, ia juga sangat gemar mendermakan hartanya, bersedekah, infaq dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin, tapi sayang ia belum bersedia berhijab untuk menutup auratnya. Setiap ditanya, ia tersenyum dan menjawab "insya Allah, yang penting hati dulu yang berhijab." Sudah banyak yang mengingatkan dan menasehati, namun jawabannya tetap sama.
Hingga suatu malam ia bermimpi dalam tidurnya ia berada di sebuah taman yang sangat indah udaranya segar, berbagai macam bunga yang bermekaran dan beraroma semerbak menebar wangi. Selain dirinya terdapat beberapa wanita lain yang sedang menikmati keindahan taman itu, wajahnya memancarkan cahaya yang sangat lembut, ia menghampiri salah satu wanita itu "assalamuaikum saudariku", "waalaikumsalam, selamat datang saudariku" "terima kasih, apakah ini surga?" "Tentu bukan saudariku, ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga" "benarkah?" Wanita itu tersenyum dan bertanya, "amalan apa yang bisa membuatmu kesini?" "aku selalu menjaga shalatku ditambah sunnah dan ibadah2 yang lain". Tiba2 jauh di taman itu pintu surga yang sangat indah mulai terbuka, satu persatu wanita di taman itu mulai memasukinya. Sambil setengah berlari wanita itu berkata "Ayo kita ikuti mereka" , "apa di balik pintu itu?" "tentu saja surga saudariku" sambil berlari semakin cepat, "tunggu.. aku.." ia berusaha mengejar wanita itu untuk menyusulnya dengan berlari secepat mungkin, namun ia tak mampu menyusul wanita itu, kemudian ia berteriak sambil mengejarnya "amalan apa yang membuatmu begitu ringan?" "Sama saja denganmu", "amalan apalagi yang tidak aku lakukan?" Wanita itu tersenyum dan menatapnya sambil berkata "lihatlah apa perbedaan antara dirimu dan diriku, apakah kamu mengira Allah akan mengizinkanmu untuk memasuki surgaNya dengan membuka aurat seperti itu, cukup surga sampai di hatimu saja. bukankah niatmu hanya menghijabkan hati?"
Kemudian ia langsung terbangun dari mimpinya lalu menangis dan bertaubat ingin segera menutup auratnya.
Masyaalloh...
Semoga bermanfaat buat kita semua....
.
Sekarang Anda mempunyai 3 pilihan:
1. Anda -
Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja..
2. Malaikat -
Ingatkan pada teman yang anda kenal...Sebarkanlah..!
3. Syaitan -
Tidak usah penat2 dan sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini..Biarkan saja di sini..Kalau boleh hapus/ tutup saja..Mereka tidak perlu membaca tulisan ini..
ilmu agama... Silakan Share untuk kawan-kawan yang lain...
smoga bermanfaat
.
๐ Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D
๐ *Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)*
MUHASABAH DIRI
*ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู* ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
_*Waktu berlalu begitu halus*..._
_Menipu kita yang terlena..._
_Belum sempat 'Berdzikir Pagi' tahu-tahu hari 'Sudah Menjelang Siang',_
_Belum sempat 'Bersedekah Pagi', tak terasa 'Matahari Sudah Meninggi'..._
_*Rencana* jam 9 mau 'Shalat Dhuha', tiba-tiba 'Adzan Dzuhur' sudah terdengar..._
_Kepinginnya setiap pagi membaca '1 Juz ayat-ayat Al-Qur'an', menambah hafalan 'Satu Hari Satu Ayat', tapi yaa itu 'Hanya Kepingin' saja..._
_*Komitmen* tidak akan melewatkan malam kecuali dengan *Tahajud dan Witir* sekalipun hanya *3 Raka'at* *Singkat* namun semua itu 'Hanya Sebuah Rencana'..._
_Akan terus beginikah *Nasib Hidup*_ _menghabiskan umur???..._
_Berhura-hura Dengan Usia'???..._
_Lalu tiba-tiba masuklah *Usia* di angka *30*, sebentar kemudian menjadi *40*, tak lama terasa sudah menjadi *50*, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua dan cucu-cucu kita pun sudah di SD, SMP..._
_Lalu sambil *Menunggu Ajal* tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat 'Pernah Berbuat Apa' ??? ..._
_Astaghfirullah…_
_*Ternyata Tak Seberapa*_
_*Sedekah* dan *infaq*_ _Cuma Sekedarnya'..._
_Mengajarkan ilmu tak pernah ada, Silaturrahmi Rusak Semua..._
_*Apalagi Silaturrahmi kepada Sang Khaliq...*_
_Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu *Sakaratul Maut*...???._
_Tambahkan usiaku ya Allah,..._
_aku *Butuh Waktu* untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajalku..._
*Allah SWT berfirman:*
َูุฃَُِْููููุง ู ِْู ู َّุง ุฑَุฒَُْٰูููู ْ ู ِّْู َูุจِْู ุฃَْู َูุฃْุชَِู ุฃَุญَุฏَُูู ُ ุงْูู َْูุชُ َََُููููู ุฑَุจِّ ََْูููุงٓ ุฃَุฎَّุฑْุชَِููٓ ุฅِٰููٓ ุฃَุฌٍَู َูุฑِูุจٍ َูุฃَุตَّุฏََّู َูุฃَُْูู ู َِّู ุงูุตِّٰูุญَِูู
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu *sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu*; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan *menunda (kematian)ku* sedikit waktu lagi, *maka aku dapat bersedekah* dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)
_Belum cukupkah *Menyia-Nyiakan* waktu selama *30, 40, 50 atau 60* tahun ???..
_*Butuh Berapa Tahun* lagikah untuk mengulang pagi, siang , sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa 'Mempersiapkan Diri' untuk *Siap Mati???...*_ ๐ฃ
_Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun *Tidak Akan Pernah Cukup* bagi orang orang yang terlena...๐ญ_
_*Maka benar katamu wahai Rasul Allah:*_
ูุนู ุชุงู ู ุบุจูู ูููู ุง ูุซูุฑ ู ู ุงููุงุณ : ุฃูุตุญุฉ ูุงููุฑุงุบ...
_"Ada *2 nikmat* yg membuat kebanyakan manusia lalai atau terperdaya olehnya, yaitu *Sehat & Sempat."*_
Waktu berlalu begitu halus, tak terasa skrng sudah bln maret th 2018 ๐ฑ
_*Yaa Rabb Jadikan sisa umur kami untuk ibadah PadaMU.*_
*Walhamdulillahirobil'alamin*
*Semoga bermanfaat*
Kamis, 22 Maret 2018
Rezeki Kasih Sayang Allah
Kalau rizki itu diukur dari kerja keras..maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya
Jika rizki itu ditentukan dr waktu kerja maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD
Jika rizki itu milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...
Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..
Rizki itu karena kasih sayang Allah.
" Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "
( Ali bin Abi Thalib )
MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)
Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN
Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.
Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!
Masya Allah....hebat
Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahu Akbar....
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )
Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki
Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN Kepada Allah dibanding urusan dunia yang sementara ini, Aamiin.
(Al ghuroba')
Jika rizki itu ditentukan dr waktu kerja maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD
Jika rizki itu milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...
Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..
Rizki itu karena kasih sayang Allah.
" Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "
( Ali bin Abi Thalib )
MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)
Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN
Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.
Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!
Masya Allah....hebat
Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahu Akbar....
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )
Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki
Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN Kepada Allah dibanding urusan dunia yang sementara ini, Aamiin.
(Al ghuroba')
Rabu, 14 Maret 2018
RAHASIA SUJUD KETIKA SHOLAT
1▶. Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu :
- dahi,
- hidung,
- kedua telapak tangan,
- lutut, dan
- kedua ujung kaki (jari).
.
2▶. Sujud adalah konsep : - merendahkan diri,
- memuji Allah SWT, dan
- memohon segala macam hajat kepada Allah swt.
.
3▶. Sekaligus, mengikis sifat tercela : - riya, - sombong, - ujub, dan - takabur dan lain-lain.
.
4▶. Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University, telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.
.
5▶. Dalam kajiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.
.
6▶. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja, yaitu pada waktu-2 sholat yang telah ditetapkan (subuh, zuhur, asar, maghrib dan Isya').
.
Masya Allah...
.
7▶. Jadi, siapa yang tidak solat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.
.
8▶. Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak solat saat ini.
.
9▶. Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar dapat menambah kekuatan aliran darah ke otak.
.
10▶. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.
.
11▶. Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk :
.
1. Mencegah pening,
2. Terhindar migrain,
3. Menyegarkan otak,
4. Menajamkan akal dan
fikiran (lebih sensitif),
5. Melonggarkan sistem
pernafasan,
6. Memperbaiki kandung rahim yang turun,
7. Menjaga dan menguatkan kedudukan
bayi dalam kandungan.
8. Menghindarkan kandungan sungsang dan lain lain.
# semoga bermanfaat seperti
Selasa, 13 Maret 2018
18 Kata-kata Bijak Uztadz Abdul Somad yang Sangat Menyentuh
1. Syukurilah semua yang diberikan Allah SWT. Jika kau masih hidup bersyukurlah masih melakukan amal sholeh. Jika kau mati tetap bersyukurlah, setidaknya dosamu tidak semakin bertambah.
2. Ketika engkau susah di dunia ini. Sabarlah, karena ia hanya sementara. Ketika engkau diberi kesenangan di dunia ini jangan bangga dan sombong karena ia juga hanya sementara.
3. Kita tidak perlu satu organisasi, satu sekolah ataupun satu guru, kita beteman di satu titik, mukhlisinnalahuddin. Mudah-mudahan titik itulah yang mempertemukan kita.
4. Jika mencari kawan tak bercacat, selamanya kita tak kan berkawan. Jika mencari pasangan yang sempurna, selamanya kita tak kan berpasangan.
5. Hari ini kita boleh kalah dalam segala hal, tapi tanamkan pada anak anak kita bahwa 10 atau 20 tahun lagi mereka akan memimpin negeri ini dengan cara yang Allah ridhoi.
6. Kalau dengan memiliki motor dan mobil bertambah ketaatan kita kepada Allah, maka itu adalah rezeki. Tapi kalau dengan kendaraan itu menjauhkan diri dari Allah, dipakai untuk pergi ke tempat maksiat, maka itu adalah laknat dan azab. Hati-hati.
7. Kebahagiaan seorang guru ialah ketika melihat muridnya sukses dunia dan akhirat.
8. Bahagia itu terletak pada syukur. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka dialah orang yang paling bahagia.
9. Apapun yang terjadi, Islam akan tetap ditolong Allah. Yang menjadi masalah adalah, apa yang telah dan akan kita lakukan untuk Islam, demi untuk menolong diri kita di dunia dan akhirat nanti? Jangan jawab dengan lidah, karena lidah terlalu mudah untuk berkata-kata. Tapi, jawablah dengan perbuatan.
10. Hidup ini seperti bahtera di lautan. Di atas ada ombak kencang yang akan menghadang. Dari bawah ada batu karang yang besar. Tak ada yang bisa menguatkan hidup ini, kecuali Allah Ta'ala.
*11. Jangan batasi ibadah hanya ketika di Masjid. Ada yang menganggap beramal itu hanya ketika duduk di Masjid, sholat, dzikir dan membaca Al-Quran. Jangan lupa, bekerja dari jam 8 pagi sampai 4 sore, ditambah lagi apabila lembur itu juga adalah amal. Karena, bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga di rumah adalah ibadah, bernilai pahala di hadapan Allah Ta'ala. Maka, kalau dipahami bahwa bekerja adalah amal ibadah, tidak akan ada pegawai yang main "game on-line" saat jam kantor, tidak akan ada pedagang yang memainkan timbangan, tidak akan ada karyawan yang curang dalam laporan tugasnya.*
12. Kalau engkau sudah menikah, maka pandanglah saudaramu yang belum menikah, maka akan timbul rasa syukur.
13. Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap syukur "Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin. Segala puji hanya bagi Allah" . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam "ketaatan" kepada Allah Ta'ala.
*14. Berkawan karena harta, harta akan binasa. Berkawan karena kuasa, kuasa tak akan lama, paling 5 tahun kalau tak di tangkap KPK. Tapi, kalau berkawan karena Allah maka akan kekal abadi.*
15. Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang kau tak dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat, jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes.
16. Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.
17. Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar. Air nampak lemah, ketika dia sedikit. tapi, ketika dia sudah berkumpul maka menjadi besar, dia menjadi kekuatan yang luar biasa. Belajarlah dari air.
18. Keberanian tidak mempercepat kematian, dan ketakutan tak dapat mengelakkan dari kematian. Kita pasti mati, tapi mati dalam keadaan apa? Pilihan ada di tangan kita.
Sampaikan sebanyak2nya utk orang lain. ๐
Semoga bermanfaat..
Jumat, 09 Maret 2018
Renungan buat yang suka tawar menawar
*INSPIRASI AMAL*
Untuk sebagian besar perempuan (ma'af), menawar barang dengan harga murah biasanya selalu dibanggakan.
Tapi, taukah jika menawar harga kepada pedagang dengan harga yang tak masuk akal malah jadi perbuatan yang semena-mena atau bahkan menunjukkan sifat Kikir.
Ada sebuah kisah tentang seorang istri dengan membanggakan kelihaiannya untuk menawar barang.
Tapi kali ini, suaminya marah besar ketika sang istri bisa menawar harga yang sangat murah. Kenapa? Beginilah ceritanya:
Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:
*Pedagang* : “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”
Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
*Saya* : “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
*Pedagang* : “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
*Saya* : “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
*Pedagang* : “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
*Saya* : (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”
Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,
*Saya* : “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
*Suami* : “Oohh..berapa kamu bayar ?”
*Saya* : “50 ribu.”
*Suami* : “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget.
*Saya* : “Iya dong… hebat kan aku nawarnya? Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
*Suami* : “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000!”
Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
*Saya* : “Tapi… kenapa..?”
*Suami* : Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”
Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
*Saya*: “Pak…… tunggu pak…”
*Pedagang* : “Eh, neng kenapa ?”
*Saya*: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
*Pedagang* : “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000, bener kok uangnya,” si bapak keheranan.
*Saya* : “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
*Pedagang* : Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah neng… makasih banyak neng… ini jawaban do'a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat.
Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng… suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,” dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).
Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya.
Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.
Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi pada anda..... Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan.
َูู َْู َُููู ุดُุญَّ َْููุณِِู َูุฃَُٰููุฆَِู ُูู ُ ุงْูู ُِْููุญَُูู
"Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (At-Taghobun:16)
*Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi buat kita semua.*
Untuk sebagian besar perempuan (ma'af), menawar barang dengan harga murah biasanya selalu dibanggakan.
Tapi, taukah jika menawar harga kepada pedagang dengan harga yang tak masuk akal malah jadi perbuatan yang semena-mena atau bahkan menunjukkan sifat Kikir.
Ada sebuah kisah tentang seorang istri dengan membanggakan kelihaiannya untuk menawar barang.
Tapi kali ini, suaminya marah besar ketika sang istri bisa menawar harga yang sangat murah. Kenapa? Beginilah ceritanya:
Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:
*Pedagang* : “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”
Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
*Saya* : “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
*Pedagang* : “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
*Saya* : “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
*Pedagang* : “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
*Saya* : (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”
Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,
*Saya* : “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
*Suami* : “Oohh..berapa kamu bayar ?”
*Saya* : “50 ribu.”
*Suami* : “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget.
*Saya* : “Iya dong… hebat kan aku nawarnya? Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
*Suami* : “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000!”
Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
*Saya* : “Tapi… kenapa..?”
*Suami* : Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”
Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
*Saya*: “Pak…… tunggu pak…”
*Pedagang* : “Eh, neng kenapa ?”
*Saya*: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
*Pedagang* : “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000, bener kok uangnya,” si bapak keheranan.
*Saya* : “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
*Pedagang* : Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah neng… makasih banyak neng… ini jawaban do'a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat.
Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng… suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,” dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).
Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya.
Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.
Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi pada anda..... Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan.
َูู َْู َُููู ุดُุญَّ َْููุณِِู َูุฃَُٰููุฆَِู ُูู ُ ุงْูู ُِْููุญَُูู
"Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (At-Taghobun:16)
*Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi buat kita semua.*
Pesan untuk Para Orangtua
COPAS :
Buat para ortu yg galak (saya trmsk yg kesentil nih)
*Pesan Ibu Elly Risman*
*Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional*
*Inilah pesan untuk para Orangtua :*
Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?
Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?
Pasti enggak, kan ?
Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.
Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?
Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?
*Jiwa anakmu lebih mahal* dari susu termahal yang ditumpahkannya.
*Jaga lisanmu,* duhai orangtua.
*Jangan pernah* engkau *memarahi* anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia *melakukan hal* yang menurutmu *salah.*
Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia *lakukan adalah kesalahan.*
*Otaknya belum mempunyai konsep* itu.
*Jaga Jiwa Anakmu.*
Lihatlah *tatapan mata* anakmu yang *tidak berdosa* itu ketika *engkau marah-marah.*
Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.
*Apakah ia mengerti ?*
Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan. *setelah* engkau *pukul dan engkau marahi.*
Anakmu *tetap memelukmu*, masih ingin *engkau belai.*
Bukankah inilah tanda si anak *memaafkanmu ?*
Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, *otak anakmu akan merekamnya* dan akhirnya, *cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.*
*Apa yang akan terjadi* selanjutnya, duhai orangtua ?
Anakmu akan *tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’* dan ia pun akan *membencimu sedikit demi sedikit* hingga *tidak tahan* hidup bersamamu.
*Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.*
Pernahkah engkau *saksikan* anak-anak yang *‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ?*
*Jangan salahkan* anak-anaknya.
*Cobalah memahami* apa yang sudah *dilakukan* oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka *masih kecil.*
Orangtua.., anakmu itu *bukan kaset* yang bisa kau rekam untuk *kata-kata kasarmu.*
Bersabarlah.
*Jagalah kata-katamu* agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah *contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.*
Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.
Tapi pernahkan engkau *berpikir* bahwa kenakalannya mungkin adalah *efek rusaknya* jiwa anakmu karena *kesalahanmu...*
Kau *pukul & kau cubit anakmu* hanya karena melakukan *hal-hal sepele*.
Kau hina dina anakmu hanya karena ia *tidak mau melakukan* hal-hal yang engkau *perintahkan.*
Cobalah duduk dan *merenungi* apa saja *yang telah engkau lakukan* kepada anakmu.
Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?
Anakmu pasti *menyadari* dan tahu ketika kemarahan itu *selalu hadir di depan matanya.*
*Jiwanya* pun menjadi memerah bagai bara api.
*Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?*
Anak *tidak hormat* pada orangtua.
Anak *menjadi musuh* orangtua.
Anak *menjadi sumber kekesalan* orangtua.
Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.
*Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?*
*Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal* dari apa pun termahal yang ada di dunia
*Jaga lisan* dan *perlakukanmu* kepada anakmu.
๐ถ๐ฆ๐ง๐ถ๐ฆ๐ง๐ถ๐ฆ๐ง
Untuk saya dan bapak ibu semua..
*Share buat para orang tua* ...☺๐
Buat para ortu yg galak (saya trmsk yg kesentil nih)
*Pesan Ibu Elly Risman*
*Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional*
*Inilah pesan untuk para Orangtua :*
Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?
Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?
Pasti enggak, kan ?
Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.
Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?
Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?
*Jiwa anakmu lebih mahal* dari susu termahal yang ditumpahkannya.
*Jaga lisanmu,* duhai orangtua.
*Jangan pernah* engkau *memarahi* anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia *melakukan hal* yang menurutmu *salah.*
Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia *lakukan adalah kesalahan.*
*Otaknya belum mempunyai konsep* itu.
*Jaga Jiwa Anakmu.*
Lihatlah *tatapan mata* anakmu yang *tidak berdosa* itu ketika *engkau marah-marah.*
Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.
*Apakah ia mengerti ?*
Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan. *setelah* engkau *pukul dan engkau marahi.*
Anakmu *tetap memelukmu*, masih ingin *engkau belai.*
Bukankah inilah tanda si anak *memaafkanmu ?*
Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, *otak anakmu akan merekamnya* dan akhirnya, *cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.*
*Apa yang akan terjadi* selanjutnya, duhai orangtua ?
Anakmu akan *tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’* dan ia pun akan *membencimu sedikit demi sedikit* hingga *tidak tahan* hidup bersamamu.
*Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.*
Pernahkah engkau *saksikan* anak-anak yang *‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ?*
*Jangan salahkan* anak-anaknya.
*Cobalah memahami* apa yang sudah *dilakukan* oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka *masih kecil.*
Orangtua.., anakmu itu *bukan kaset* yang bisa kau rekam untuk *kata-kata kasarmu.*
Bersabarlah.
*Jagalah kata-katamu* agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah *contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.*
Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.
Tapi pernahkan engkau *berpikir* bahwa kenakalannya mungkin adalah *efek rusaknya* jiwa anakmu karena *kesalahanmu...*
Kau *pukul & kau cubit anakmu* hanya karena melakukan *hal-hal sepele*.
Kau hina dina anakmu hanya karena ia *tidak mau melakukan* hal-hal yang engkau *perintahkan.*
Cobalah duduk dan *merenungi* apa saja *yang telah engkau lakukan* kepada anakmu.
Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?
Anakmu pasti *menyadari* dan tahu ketika kemarahan itu *selalu hadir di depan matanya.*
*Jiwanya* pun menjadi memerah bagai bara api.
*Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?*
Anak *tidak hormat* pada orangtua.
Anak *menjadi musuh* orangtua.
Anak *menjadi sumber kekesalan* orangtua.
Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.
*Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?*
*Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal* dari apa pun termahal yang ada di dunia
*Jaga lisan* dan *perlakukanmu* kepada anakmu.
๐ถ๐ฆ๐ง๐ถ๐ฆ๐ง๐ถ๐ฆ๐ง
Untuk saya dan bapak ibu semua..
*Share buat para orang tua* ...☺๐
Renungan buat yang suka tawar menawar SADIS
Untuk sebagian besar Perempuan (ma'af), menawar barang dengan harga murah biasanya selalu dibanggakan. Tapi, tahukah jika menawar harga kepada Pedagang dengan harga yang tak masuk akal malah jadi perbuatan yang semena-mena atau bahkan menunjukkan sifat Kikir.
Ada sebuah Kisah tentang seorang Istri dengan membanggakan kelihaiannya untuk menawar barang.
Tapi kali ini, Suaminya marah besar ketika sang Istri bisa menawar harga yang sangat murah. Kenapa?
*Beginilah Ceritanya :*
Suatu sore setelah lelah keliling Pasar, diperjalanan menuju Parkiran Mobil seorang Pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya.
*Pedagang :*
“Neng, beli Neng dagangan Bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma Rp. 25.000 per pot”
Tadinya Saya cuek, tapi tiba-tiba teringat Pekarangan mungil dirumah yang kosong, wah murah nih pikir Saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
*Saya :*
“Ah mahal banget Pak Rp. 25.000, udah Rp.10.000/pot,”
dengan gaya cuek Saya menawar sadis.
*Pedagang :*
“Jangan Neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, Rp.15.000 aja gimana Neng Bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Ditoko, bibit Bunga Wawar paling tidak Rp. 45.000 harga 1 potnya. Tapi bukan Saya dong kalau tidak berjuang.
*Saya :*
“Halah udah Pak, Rp.10.000 aja 1 Pot, kalau gak dikasih ya gak apa-apa,”
Saya berlagak hendak pergi.
*Pedagang :*
“Eh Neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas.
“Ya sudah Neng gak apa-apa 10.000, tapi Neng ambil semuanya ya, Bapak mau pulang udah sore.”
*Saya :* (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang)
“Oke Pak, jadi Rp.50.000 ya untuk 5 pot. Bawain sekalian ya Pak ke Mobil saya, tuh yang diujung Parkiran.”
Saya pun melenggang pergi menyusul Suami yang sudah duluan. Si Bapak Pedagang mengikuti dibelakang. Sesampainya diparkiran, si Bapak membantu menaruh pot-pot tadi kedalam Mobil, Saya membayar Rp. 50.000 lalu si Bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan Suami,
*Saya :*
“Baguskan Yang, aku dapet 5 pot bibit Bunga Mawar harga murah.”
*Suami :*
“Oohh. . berapa kamu bayar ?”
*Saya :*
“Rp. 50.000.”
*Suami :*
“Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget.
*Saya :*
“Iya dong… hebatkan aku nawarnya? Tadi Dia nawarinnya Rp. 25.000, 1 pot.”
Saya tersenyum lebar dan bangga.
*Suami :*
“Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si Bapak sekarang, kamu bayar dia Rp.125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia Rp.150.000.!”
Suami membentak keras dan marah, Saya kaget dan bingung.
*Saya :*
“Tapi… kenapa..?”
*Suami :*
Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”
Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari Nobil dan berlari mengejar si Bapak tua. Saya lihat dia hendak naik Angkot dipinggir jalan.
*Saya :*
“Pak. . . tunggu Pak”
*Pedagang :*
“Eh, Neng kenapa ?”
*Saya :*
“Pak, ini uang Rp.150.000 Pak dari Suami saya katanya buat Bapak, Bapak terima ya, Saya gak mau dibentak Suami, Saya takut.”
*Pedagang :*
“Lho, Neng kan tadi udah bayar Rp.50.000, bener kok uangnya."
si Bapak keheranan.
*Saya :*
“Udah Bapak terima aja. Ini dari Suami saya. Katanya harga bunga Bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang Rp.150.000 ketangannya.
*Pedagang :* Tiba-tiba menangis dan berkata :
“Ya Allah Neng. . . makasih banyak Neng… ini jawaban do'a Bapak sedari pagi, seharian dagangan Bapak gak ada yang beli, yang nolehpun gak ada. Anak Istri Bapak lagi sakit dirumah gak ada uang buat berobat.
Pas Neng nawar Bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini Bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya Neng. . . Suami Neng orang baik. Neng juga baik jadi Istri nurut sama Suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit Neng mau pulang…,”
dan si Bapakpun berlalu.
*Saya :* (speechless dan kembali ke Mobil).
Sepanjang perjalanan Saya diam dan menangis, benar kata Suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita Pelit. Berapa banyak usaha si Bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh Saya.
Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Allah.
Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi pada Anda. . . Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan.
َูู َْู َُููู ุดُุญَّ َْููุณِِู َูุฃَُٰููุฆَِู ُูู ُ ุงْูู ُِْููุญَُูู
_"Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."_
(At-Taghabun:16)
*Semoga Kisah ini dapat menjadi Inspirasi buat kita semua.*
๐๐
Kamis, 08 Maret 2018
JANGAN ENGGAN MENYEBARKAN STATUS KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN
Menyebarkan status sendiri, atau _copas\ dari orang lain, sama-sama dapat pahala menunjukkan kebaikan. Karena sebenarnya, mereka semua sama-sama mengambil ilmu dari yang lain.
Yang satu mengambil ilmu dari ulama lain, sedangkan yang _ngopas_ mengambil ilmu dari pembuat status. Dan dua-duanya masuk dalam sabda *Nabi* _shollallahu ‘alaihi wasallam_:```
ู َْู ุฏََّู ุนََูู ุฎَْูุฑٍ ََُููู ู ِุซُْู ุฃَุฌْุฑِ َูุงุนِِِูู
_*“Siapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya.”*_ *[๐HR. Muslim: 1893]*.
```Ingat pula bila Anda tidak mampu menyaingi orang lain dalam membuat sendiri *‘Pesan Kebaikan’*, maka paling tidak Anda tidak kalah dalam menyebarkannya kepada orang lain.
Mari berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan. Semoga itu semua menjadi *‘Tabungan Kebaikan’* bagi kita semua.
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan, dosa-dosa kita sudah terlalu banyak, dan ketaatan kita sangatlah sedikit, maka mengais pahala dengan cara apapun harus diusahakan, dan ingatlah.. dakwah ada di pundak setiap kita.
*Maka jangan hiraukan celaan orang-orang yang mencela, atau mencibir dengan kata-kata "sok agamis lu!" "ngak usah sok suci" "jadi ustadz/ah sekarang ya?" Dll* …
Semangat... !!!!!
» Motto Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc., hafidzhahullah dan teman - teman crew dakwahsunnah.com
" BERDAKWAH SAMPAI MATI !!! "
Sumber : BBG ilmu
๐ฒSilahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Baarakallahu fiikum ...
*✍Ditulis oleh Ust. Musyaffa Ad Darin, Lc
15 KEUTAMAAN WANITA YANG WAJIB DI KETAHUI
1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali
2. isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur'an.
3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.
4. isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur
6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)
7. burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
8. bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
9. bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.
10. bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
11. wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".
13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.
14. apabila ia membaca pd hr pertama keluar haid "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.
15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.
SUBHANALLAAH...
betapa sayangnya Allah Swt terhadap kaum wanita.
Senin, 05 Maret 2018
BERIKAN ANAK-ANAKMU MAKANAN YANG HALAL
Kisah inspiratif
KONON, seorang sahabat yang bernama Abu Dujanah tidak betah berlama-lama menunaikan salat Subuh bersama Nabi, Begitu selesai menunaikan salat Subuh, ia langsung keluar tanpa menunggu doa yang dipanjatkan oleh Nabi.
Sautu ketika Rasulullah memanggil Abu Dujanah. “Apakah engkau merasa tidak membutuhkan Allah? Tanya Rasulullah kepada Abu Dujanah. “Bukan begitu, wahai Rasulullah”. Jawab Abu Dujanah. “Lalu kenapa setelah salat engkau langsung keluar tanpa mendengarkan doa terlebih dahulu?” Tanya Rasulullah,
Ditanya begitu, Abu Dujanah langsung menceritakan alasan mengapa ia langsung bergegas pergi setelah menunaikan salat Subuh bersama Rasulullah.
“Rumahku,” kata Abu Dujanah berkisah, “berdampingan dengan rumah seorang laki-laki yang memiliki pohon kurma yang condong ke rumahku. Jika pada malam hari angin bertiup cukup kencang maka buah pohon kurma itu berjatuhan ke rumahku. Jika anakku bangun, ia akan memungut kurma-kurma yang berjatuhan itu. Sebab ia sangat kelaparan. Sehingga ia memakan apapun yang ia temukan. Itulah sebabnya mengapa aku bergegas pulang. Aku khawatir anak-anakku bangun sebelum kedatanganku. Sehingga mereka akan memunguti dan memakan buah-buah kurma itu. Karena itu, sebelum mereka bangun, aku cepat-cepat pulang untuk memunguti buah kurma yang berguguran itu untuk aku antarkan kepada pemiliknya.”
“Pernah suatu ketika,” kata Abu Dujanah melanjutkan, “aku melihat anakku memasukkan kurma ke dalam mulutnya. Melihat hal itu, maka aku keluarkan kurma itu dari mulutnya mengguanakn tanganku sendiri. Aku katakan pada anakku, ‘Anakku, jangan engkau permalukan ayahmu di akhirat kelak.’ Dibilang seperti itu anakku menangis. Sebab pada waktu itu ia memang sangat lapar. Lalu aku katakan padanya, ‘Seadaninya engkau harus mati, maka aku tetap tidak akan membiarkan harta haram itu masuk ke dalam tubuhmu’.”
Kemudian Abu Dujanah mengantarkan kurma yang hampir dimakan oleh anaknya kepada pemiliknya. Tak lupa, ia juga menyerahkan kurma-kurma lain yang berguguran di rumahnya. Rasulullah mengucurkan air mata setelah mendengar penderitaan dan kehati-hatian Abu Dujanah.
Mendengar cerita kehati-hatian Abu Dujanah, timbul rasa kagum dalam hati Rasulullah. Maka pada akhirnya, pohon kurma itu dibeli oleh Abu Bakar kemudian diberikan kepada Abu Dujanah.
Lihatlah bagaimana seorang Abu Dujanah menjaga anak-anaknya dari perkara haram. Tindakan Abu Dujanah tersebut tidak hanya menjadi teladan yang sangat berharga bagi anak-anaknya, tetapi juga memiliki pengaruh yang sangat besar pula bagi sang anak, terlebih bagi anak-anak yang tengah mendalami ilmu-ilmu agama. Sebab, jika hati seorang anak telah bersih dan steril dari perkara haram, ia akan mudah untuk menerima ilmu-ilmu agama dan sekaligus mengamalkannya. Namun sebaliknya, apabila hati seorang anak telah terkotori oleh perkara haram, maka ia akan terdorong untuk melakukan maksiat. Dengan begitu, akan sulit baginya untuk mencerna dan menyerap ilmu-ilmu agama.
Semoga bermanfaat..
KONON, seorang sahabat yang bernama Abu Dujanah tidak betah berlama-lama menunaikan salat Subuh bersama Nabi, Begitu selesai menunaikan salat Subuh, ia langsung keluar tanpa menunggu doa yang dipanjatkan oleh Nabi.
Sautu ketika Rasulullah memanggil Abu Dujanah. “Apakah engkau merasa tidak membutuhkan Allah? Tanya Rasulullah kepada Abu Dujanah. “Bukan begitu, wahai Rasulullah”. Jawab Abu Dujanah. “Lalu kenapa setelah salat engkau langsung keluar tanpa mendengarkan doa terlebih dahulu?” Tanya Rasulullah,
Ditanya begitu, Abu Dujanah langsung menceritakan alasan mengapa ia langsung bergegas pergi setelah menunaikan salat Subuh bersama Rasulullah.
“Rumahku,” kata Abu Dujanah berkisah, “berdampingan dengan rumah seorang laki-laki yang memiliki pohon kurma yang condong ke rumahku. Jika pada malam hari angin bertiup cukup kencang maka buah pohon kurma itu berjatuhan ke rumahku. Jika anakku bangun, ia akan memungut kurma-kurma yang berjatuhan itu. Sebab ia sangat kelaparan. Sehingga ia memakan apapun yang ia temukan. Itulah sebabnya mengapa aku bergegas pulang. Aku khawatir anak-anakku bangun sebelum kedatanganku. Sehingga mereka akan memunguti dan memakan buah-buah kurma itu. Karena itu, sebelum mereka bangun, aku cepat-cepat pulang untuk memunguti buah kurma yang berguguran itu untuk aku antarkan kepada pemiliknya.”
“Pernah suatu ketika,” kata Abu Dujanah melanjutkan, “aku melihat anakku memasukkan kurma ke dalam mulutnya. Melihat hal itu, maka aku keluarkan kurma itu dari mulutnya mengguanakn tanganku sendiri. Aku katakan pada anakku, ‘Anakku, jangan engkau permalukan ayahmu di akhirat kelak.’ Dibilang seperti itu anakku menangis. Sebab pada waktu itu ia memang sangat lapar. Lalu aku katakan padanya, ‘Seadaninya engkau harus mati, maka aku tetap tidak akan membiarkan harta haram itu masuk ke dalam tubuhmu’.”
Kemudian Abu Dujanah mengantarkan kurma yang hampir dimakan oleh anaknya kepada pemiliknya. Tak lupa, ia juga menyerahkan kurma-kurma lain yang berguguran di rumahnya. Rasulullah mengucurkan air mata setelah mendengar penderitaan dan kehati-hatian Abu Dujanah.
Mendengar cerita kehati-hatian Abu Dujanah, timbul rasa kagum dalam hati Rasulullah. Maka pada akhirnya, pohon kurma itu dibeli oleh Abu Bakar kemudian diberikan kepada Abu Dujanah.
Lihatlah bagaimana seorang Abu Dujanah menjaga anak-anaknya dari perkara haram. Tindakan Abu Dujanah tersebut tidak hanya menjadi teladan yang sangat berharga bagi anak-anaknya, tetapi juga memiliki pengaruh yang sangat besar pula bagi sang anak, terlebih bagi anak-anak yang tengah mendalami ilmu-ilmu agama. Sebab, jika hati seorang anak telah bersih dan steril dari perkara haram, ia akan mudah untuk menerima ilmu-ilmu agama dan sekaligus mengamalkannya. Namun sebaliknya, apabila hati seorang anak telah terkotori oleh perkara haram, maka ia akan terdorong untuk melakukan maksiat. Dengan begitu, akan sulit baginya untuk mencerna dan menyerap ilmu-ilmu agama.
Semoga bermanfaat..
Kamis, 01 Maret 2018
LIMA AYAT MOTIVATOR
*1. Anda dapat berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda:*
*ِุฅَِّู ุงََّููู َูุง ُูุบَِّูุฑُ ู َุง ุจَِْููู ٍ ุญَุชَّٰู ُูุบَِّูุฑُูุง ู َุง ุจِุฃَُููุณِِูู ْ ۗ َูุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงَُّููู ุจَِْููู ٍ ุณُูุกًุง ََููุง ู َุฑَุฏَّ َُูู ۚ َูู َุง َُููู ู ِّู ุฏُِِููู ู ِู َูุงٍู* (11)
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
*2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai:*
*َูุนَุณَٰู ุฃَู ุชَْูุฑَُููุง ุดَْูุฆًุง ََُููู ุฎَْูุฑٌ َُّููู ْ ۖ َูุนَุณَٰู ุฃَู ุชُุญِุจُّูุง ุดَْูุฆًุง ََُููู ุดَุฑٌّ َُّููู ْ ۗ َูุงَُّููู َูุนَْูู ُ َูุฃَูุชُู ْ َูุง ุชَุนَْูู َُูู* (216)
"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
*3. Anda pasti sanggup:*
*َูุง َُُِّูููู ุงَُّููู َْููุณًุง ุฅَِّูุง ُูุณْุนََูุง* ۚ َ (286)
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)
*4. Ada kemudahan bersama kesulitan:*
*َูุฅَِّู ู َุนَ ุงْูุนُุณْุฑِ ُูุณْุฑًุง (5) ุฅَِّู ู َุนَ ุงْูุนُุณْุฑِ ُูุณْุฑًุง* (6)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
*5. Takwa dan tawakallah:*
ِ *َูู َู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَู َُّูู ู َุฎْุฑَุฌًุง* (2) *ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ ۚ َูู َู َูุชَََّْููู ุนََูู ุงَِّููู ََُููู ุญَุณْุจُُู ۚ ุฅَِّู ุงََّููู ุจَุงِูุบُ ุฃَู ْุฑِِู ۚ َูุฏْ ุฌَุนََู ุงَُّููู ُِِّููู ุดَْูุกٍ َูุฏْุฑًุง* (3)
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
*Semoga Bermanfaat*
Langganan:
Komentar (Atom)
Termasuk Akhlak Yang Mulia
TERMASUK AKHLAK YANG MULIA ๐ Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...
-
Jika kamu merasa bersyukur ๐ atas segala Rahmat Allah, jangan sungkan Tunaikanlah ibadah haji sebelum tidur.... Ini sangat menarik...
-
Kisah yang inspiratif. Seorang manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, keti...
-
*๐ MUHASABAH DIRI TENTANG SEPULUH LANGKAH MEMBUAT RIZKI MENGHAMPIRI KITA*๐ Sebagai mana kita ketahui Allah SWT berfirman: ََّููุฑْุฒُْู...