Rabu, 26 Juni 2019

Kenapa BUMDes Bisa Salah Urus ?

Kenapa BUMDes Bisa Salah Urus?
.
Dari hampir 76 ribu desa di Indonesia, ada 45 ribu desa yang telah "memiliki" BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Menurut data Kemendesa & PDT, 22 ribu BUMDes aktif beroperasi. Sengaja saya menggunakan tanda petik pada kata memiliki, karena memang definisi aktif tersebut masih rancu dan sistem monitoring datanya masih belum terbangun dengan baik.
.
Hampir setiap 5 hari sekali, saya atau kantor saya dihubungi oleh pengurus/pengelola BUMDes dari berbagai penjuru nusantara. Berdasarkan data kami, sebagian besar pertanyaan atau pun keluhan dari mereka adalah tentang hubungan antara Kepala atau perangkat Desa dengan pengelola BUMDes. Berikut sebagian aspirasinya:
.
(1) Kepala Desa (baca: pemerintah desa) tidak menyediakan modal yang cukup untuk menjalankan usaha
(2) Kepala Desa memiliki kepentingan pribadi atas usaha BUMDes
(3) Kepala Desa terlalu menuntut BUMDes untuk menghasilkan profit dalam waktu singkat.
.
Sebenarnya letak persoalan utamanya adalah pada siapa "owner" atau pemilik dari BUMDes? Pada usaha apa pun, owner punya peran sentral dari mulai pendirian sampai berkembangnya usaha. Sang owner harus merintis dari awal, mengorbakan waktu, tenaga, pikiran dan juga uang untuk memastikan obsesinya terwujud. Personafikasi si owner itu terlihat dari usaha yang dijalankannya, karena memang perusahaan itu bukan hanya sumber untuk menghidupi keluarga dan karyawannya saja, tetapi aset terpenting yang ia akan wariskan nanti.
.
Menurut aturan, pemilik BUMDes itu adalah masyarakat desa. Masyarakat terlibat melalui musyawarah desa dalam proses pendirian sampai dengan pelaporan hasil usaha. Namun agak sulit memposisikan masyarakat desa sebagai owner BUMDes selayaknya owner perusahaan. Tidak ada yang bisa ditunjuk hidungnya bila ada kerugian atau masalah, tidak ada yang bisa diapresiasi bila ada prestasi, tidak ada yang bisa diminta untuk berkorban waktu dan tenaga agar usahanya berjalan. Oleh sebab itu, Kepala Desa lah yang harus berperan sebagai owner BUMDes.
.
Sah-sah saja (bahkan wajib menurut saya), bila kemudian visi misi Kades dalam mensejahterakan warganya diwujudkan melalui usaha BUMDes. BUMDes salah urus, disebabkan karena Kepala Desa tidak mampu "berperan" sebagai owner tersebut. Kades diharapkan memiliki peranan selayaknya owner, bukan owner diartikan secara leterlek, sebagai pemilik BUMDes.
.
Sebagai owner, Kades harus mampu melihat peluang pasar apa yang tersedia untuk dijalankan oleh BUMDes. Ia juga harus mampu mencari talenta, mendidik dan memberikan penghasilan yang baik untuk pengelola BUMDes. Kades harus ampu memantau perkembangan usaha terutama keuangan usaha BUMDes, dan lain-lain. Bila Kades enggan melakukannya, itu lah awal dari BUMDes salah urus.
.
Sebenarnya tidak ada yang menuntut usaha BUMDes harus profit besar, karena bagi masyarakat yang penting mereka bisa merasakan manfaat dengan adanya BUMDes. BUMDes sejatinya adalah social enterprise, usahanya dimaksudkan untuk memberikan solusi atas permasalahan warga, dan membutuhkan pendapatan yang memadai agar bisa tetap beroperasi dan berkembang.
.
BUMDes Tawangsari, Malang-Jatim (berita di gambar) menurut saya adalah BUMDes yang patut dicontoh. Didirikan tahun 2016, BUMDes ini memulai usahanya dengan mengelola air bersih, karena persoalan utama warga adalah tidak punya sumur dan mahalnya air PDAM. Kemudian di tahun 2017, BUMDes mendirikan usaha toko grosir untuk membantu kios-kios warga. Selanjutnya, mereka membuka unit usaha pengelolaan sampah agar sungai tidak tercemari. Pendapatan BUMDes terus bertambah, tetapi yang terpenting kepuasan warga juga meningkat.
.
Bila kesulitan untuk menjalankan usaha yang belum tentu untung, sebaiknya Kades memfokuskan BUMDes pada usaha-usaha pelayanan publik seperti di desa Tawangsari. Jangan mudah silau dengan cerita-cerita BUMDes lain yang berpenghasilan milyaran setahun, karena kondisi desanya berbeda dan mereka bukan warga Anda.
.
Bagaimana bisa kan pak Kades?

#covas

Minggu, 16 Juni 2019

Anda perlu Tahu Tentang AL QUR'AN

"Apa Yang Perlu Anda Tahu Tentang AL QUR’AN"

1. Surat terpanjang di dalam al-Qur`an: surat al-Baqarah.

2. Surat terpendek di dalam al-Qur`an: surat al-Kautsar.

3. Ayat terpanjang di dalam al-Qur`an: Ayat 282 surat al-Baqarah.

4. Ayat terpendek di dalam al-Qur`an: Ayat 64 surat ar-Rahman, مُدْهَامَّتَانِ (MudHaammataan), yang bermakna: "kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya"

5. Ayat di dalam al-Qur'an yg di dalamnya terkandung seluruh huruf hijaiyah (dari Alif sampai dengan Yaa), yaitu: Surat al-Fath/48 ayat 29 dan surat Ali 'Imran/3 ayat 154.

6. Surat yg paling utama di dalam al-Qur`an: surat al-Fatihah.

7. Juz yg paling banyak berisi surat: Juz ke-30 (Juz 'Amma)

8. Surat yg berisi banyak sumpah Allah: Surat as-Syams (surat ke-91)

9. Huruf yg paling banyak digunakan di dalam al-Qur`an: حرف الألف Huruf Alif.

10. Huruf yg paling sedikit digunakan di dalam al-Qur`an: حرف الظاء Huruf "Zho`"

11. Kata terpanjang di dalam al-Qur`an: "Fa-Asqoynaakumuuhu" فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ : surat al-Hijr ayat 22.

12. Nama nabi yg banyak disebut di dalam al-Qur`an: Nabi Musa as.

13. Malam yg paling utama yg disebut di dalam al-Qur`an: Malam Qadr.

14. Bulan yg paling utama yg disebut di dalam al-Qur`an: Bulan Ramadhan.

15. Minuman terbaik yg disebut di dalam al-Qur`an: Susu.

16. Makanan terbaik yg disebut di dalam al-Qur`an: Madu.

17. Angka terbesar yg disebut al-Qur`an: 100.000 (seratus ribu).

18. Hewan terbesar yg disebut di dalam al-Qur`an: Ikan Paus yg menelan nabi Yunus as.

19. Hewan terkecil yg disebut di dalam al-Qur`an: Nyamuk.

20. Nama buah yg paling banyak disebut di dalam al-Qur`an: Anggur.

Alhamdulillah 🌹

Sabtu, 15 Juni 2019

NASEHAT PERNIKAHAN


1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah sekadar mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah sekadar mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah SWT.

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila Anda berfikir untuk BERCERAI karena menyianyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebSiti nya justru semakin erat berpegang tangan.

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
Cintailah istri atau suami Anda 100%.

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/istri dan anak Anda, tetapi cintailah istri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda.

13. KETIKA ANDA ADALAH ISTRI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

15. KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16. KETIKA ADA PRIA IDAMAN LAIN
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WANITA IDAMAN LAIN
Jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K:
1. Ketakwaan
2. Kasih sayang
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran
7. Kesabaran

Barakallahufiikum...

"Ya Robb, berikanlah kepada kami pendamping hidup yang terbaik dari sisi-Mu, pendamping yang menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."

Aamiin Ya Robbal Alamiin...

Minggu, 02 Juni 2019

7 Etika Mendatangi Shalat Hari Raya

*7 Etika Mendatangi Shalat Hari Raya*

Berikut ini adab dan etika yang hendaknya diperhatikan ketika mendatangi shalat hari raya atau shalat id.

 1. Mandi, Menggunakan Parfum, dan Memakai Pakaian Bagus

Hal ini berdasarkan hadits berikut;

عن زيد بن الحسن بن علي ، عن أبيه – رضي الله عنهما – قال : أمرنا رسول الله – صلى الله عليه وآله وسلم – في العيدين أن نلبس أجود ما نجد ، وأن نتطيب بأجود ما نجد ، وأن نضحي بأسمن ما نجد ، البقرة عن سبعة والجزور عن عشرة ، وأن نظهر التكبير وعلينا السكينة والوقار .



Dari Zaid bin Hasan bin Ali dari Ayahnya radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami pada shalat dua hari raya untuk mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai parfum terbaik yang kami miliki, dan berkurban dengan hewan paling gemuk yang kami miliki, . . .” (HR. Hakim)

Adapun dalil tentang mandi  adalah  riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i tentang seseorang yang pernah bertanya kepada Ali radhiyallahu ‘anhu tentang mandi. Beliau menjawab,“Mandilah setiap hari jika engkau mengehendakinya.” Kata orang itu, ”Bukan itu yang kumaksud, tapi mandi yang memang mandi (dianjurkan). Ali menjawab , ”Hari Jum’at, Hari Arafah, Hari Nahr dan hari Fithri”.

Ibnu Qudamah mengatakan bahwa karena hari Ied merupakan  hari berkumpulnya kaum muslimin untuk shalat, maka ia disunnahkan untuk mandi sebagaimana hari Jum’at.

Diriwayatkan pula, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenakan pakaian hibarah  shalat hari Raya.

2. Makan Dahulu Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri, dan makan setelah kembali dari Shalat Pada hari Idul Adha

 Berdasarkan hadits riwayat ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidak berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri sebelum makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied  beliau menyantap daging qurbannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidziy).

“Imam Ahmad rahimahullah sebagaimana dikutip oleh ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (2:228) berkata: “Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat ‘ied.”

*3. Bertakbir*

Disunahkan mengumandangkan takbir sejak tenggelamnya matahari pada malam Ied. Pada hari raya Idul Adha takbir dianjurkan untuk dikumandangkan sejak ba’da shalat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan berakhir pada hari terakhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah). Sedangkan pada shalat idul Fithri takbir berakhir dengan dimulainya shalat ied. Dianjurkan pula bertakbir ketika berada di perjalanan menuju tempat shalat ‘ied.

Adapun lafazh takbir (takbiran) yang disebutkan oleh para ulama adalah :

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَ للهِ الْحَمْدُ

Lafazh ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhuma (HR. Ibnu Abi Syaibah).

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً

Lafazh ini dicontohkan oleh Salman radhiyallahu ‘anhu  (HR. Abdur Rozzaq).

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَـهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

اللهُ أَكْبَرُ ( 3× ) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَ نَصَرَ عَبْدَهُ وَ هَزَمَ اْلأَحْزَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ

Lafazh ini disebutkan oleh Imam Syafi’i (Lih:Al Adzkar : 224)

4. Melalui Jalan Yang Berbeda Ketika Berangkat dan Kembali

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma;

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ    إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ ( رواه البخاري (

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika pada hari Raya selalu melalui jalan yang berbeda (ketika berangkat dan kembali). (HR. Bukhari).

5. Shalat Ied Dilakukan di Tanah Lapang, kecuali darurat karena hujan atau sebab lainnya, maka boleh dilakukan di masjid.

Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengerjakan shalat ide di tanah lapang sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut;

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى … ( رواه البخاري و مسلم(

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ke luar ke Mushalla (tempat shalat di tanah lapang) pada hari Idul Fithri dan Idul Adh-ha” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Saling memberi Ucapan Selamat (Tahniah)

Dianjurkan saling menyampaikan ucapan selamat (tahniah) pada dua hari Raya (idul Fithri dan Idul Adha). Berdasarkan sebuah riwayat bahwa para shabat Nabi bila bertemu pada hari ied mereka saling menyampaikan ucapan selamat dengan mengatakan;

تقبل الله منّا ومنكم

7. Diporbolehkan Makan, Minum, dan menikmati hiburan yang halal selama tidak berlebihan, sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Idul Adha,

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكرالله

“Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah”. (HR. HR. Ahmad).

Wallahu a’lam

Untuk beli beras zakat fitrah dan atau penyalurannya WA: 0898.4458.232

Read more http://wahdahjakarta.com/7-etika-mendatangi-shalat-hari-raya/

Sabtu, 01 Juni 2019

CARA MERUSAK INDONESIA

CARA MERUSAK INDONESIA

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:

1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.

Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.

Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka ke dalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila peran ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap, dan para ulama serta tokoh panutan sudah sirna karena terlibat politik praktis, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?

Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.

Diadaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yg memperoleh penghargaan pulitzer. Dalam sebuah pidatonya, Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti Indonesia, Columbia, dan Philipina merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah.

#copas

15 KEUTAMAAN ZAKAT FITRAH

*☄MATERI CERAMAH RAMADLAN MALAM KE-27 TENTANG 15 KEUTAMAAN ZAKAT FITRAH*🌈

Sebagaimana kita ketahui bersama bulan ramadlan segera berakhir hanya dalam hitungan hari artinya kewajiban umat muslim menunaikan ibadah puasa pun akan berakhir. Setelah selesai masih ada satu amalan wajib yaitu membayar zakat fitrah.
*Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang Muzaki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.*

Berikut ini *manfaat ketika seseorang menjalankan kewajiban Zakat Fitrah:*

*Pertama. Membersihkan Harta*
Salah satu dari manfaat zakat fitrah adalah membersihkan pahala orang yang berpuasa dan
berbagai perbuatan sia-sia dan kesalahan sehingga seorang yang berpuasa dapat meraih kesempurnaan pahala puasanya.

*Kedua. Membantu Orang Miskin*
Memberi makan kepada orang miskin, sehinga mereka juga merasakan kegembiraan di Hari raya Sebagaimana yang dirasakan oleh orang yang lebih mampu.

*Ketiga.Memberi Umur Panjang*
Zakat Fitrah merupakan zakat diri, dimana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan Nikmat-Nya.

*Keempat. Menumbuhkan Akhlak Mulia*
Manfaat zakat fitrah yang lainnya juga sebagai perwujudan keimanan kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat-Nya menumbuhkan akhlak mulia dengan rasa kemanusiaan yang tingi, menghilangkan sifat kikir, rakus, dan materialis.

*Kelima. Memberikan Ketenangan*
Setelah menunaikan zakat fitrah, diri kita masing-masing juga akan merasa lebih tenang, tidak ada beban, dan secara kondisi sudah merasaka tenang karena sudah menjalani tanggung jawab dan kewajiban yang ada.

*Keenam. Menghilangkan Sifat Negatif*
Ketika kita menunaikan zakat fitrah, selain warga miskin dapat terpenuhi kebutuhannya karena bantuan kita, kita yang menjalankan kewajiban ini juga akan terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, dengki dan hasad yang mungkin timbul dari kalangan mereka, ketika kita melihat orang kaya yang memiliki harta cukup banyak. Inilah manfaat zakar fitrah yang tidak banyak orang sadari.

*Ketujuh. Sebagai Pilar Amal Bersama*
Ketika orang kaya memberikan bantuan kepada rakyat miskin yang membutuhkan seperti ini, hal ini akan menjadi sebuah pilar amal bersama, dimana antara orang-orang kaya dengan para mujahid yang seluruh waktunya digunakan untuk berjihad di Jalan Allah.

*Kedelapan. Sebagai Bentuk Jaminan Sosial*
Selain sebagai pilar amal bersama, zakat juga merupakan salah satu bentuk konkret dari jaminan sosial yang disyariatkan oleh ajaran Islam, Melalui syariat zakat, kehidupan orang-orang fakir, miskin dan orang-orang yang menderita lainnya, akan terpehatikan dengan baik.

*Kesembilan. Meningkatkan Rasa Syukur*
Sebuah tindakan seseorang dalam menunaikan zakat fitrah disini, tentunya dia akan mengorbankan sebagian makanan pokoknya atau sebagian hartanya untuk di zakatkan, ketika ini tentunya orang tersebut mengetahui bahwa dia menjalankan zakat ini adalah termasuk bentuk rasa syukur terhadap pemberian Allah SWT.

*Kesepuluh. Membiasakan Disiplin*
Ketika kita membayar zakat fitrah, terutama dalam pembayaran zakat fitrah disini ada batas waktunya, hal inilah yang membuat kita secara pribadi ketika hendak menjalankan zakat fitrah harus sesuai dan tepat pada waktunya, jadi ketika kita sebagai umat muslim mampu menunaikan zakat fitrah di waktu dan tiap tahun sesuai dengan kewajiban, maka kita juga melatih diri kita untuk lebih disiplin. Disini juga merupakan sisi moril dari manfaat zakat fitrah.

*Kesebelas. Menumbuhkan Sikap saling Tolong-menolong*
Pada aspek ini, ketika seseorang memberikan zakat fitrah kepada warga miskin, tentunya tak secara langsung mereka orang kaya atau para umat muslim yang mampu membantu warga miskin yang membutuhkan. Sikap seperti inilah yang disebut tolong menolong.

*Keduabelas. Melengkapi Keimanan dan Keislaman Seseorang*
Karena memang zakat dan membayar zakat ini termasuk bagian dari rukun islam* . Apabila seseoran telah melakukannya, maka keislamannya pun juga akan lebih lengkap dalam artian tanggun jawab seorang muslim sudah di lakukkannya dengan menunaikan zakat.

*Ketiga belas. Solidaritas dalam Kesatuan Umat Muslim*
Pada aspek ini, orang yang mampu akan memberikn bantuan kepada orang yang kurang mampu. Disini tentunya tidak akan ada pembatas antar si kaya dan si miskin Zakat Fitrah disini menyatukan umat muslim yang berbeda derajatnya, karena sesungguhnya Allah SWT hanya menilai dari tingkat iman dan taqwanya.

*Keempat belas  Mencegah Bencana yang Merugikan*
Diketahui, Hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam yang berbunyi :”Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah).

*Kelimabelas. Menjadi Sebab dimasukkannya ke Surga*
Diketahui , Hadist Rasulullah SAW yang artinya :”Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi ).

Dengan adanya manfaat untuk menunaikan zakat fitrah seperti di atas yang sudah dipaparkan, mari berharap kita sebagai umat muslim juga sama-sama harus mengetahui tentang ini dan mencoba untuk menghayati. Tentunya ketika bulan Ramadhan tiba kita harus menjalankan kewajiban ini, sehingga dapat merasakan manfaat zakat fitrah bagi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat
Aamiin .

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...