Sabtu, 04 Juli 2020

Renungan Malam

🌙〰 🌃 *Renungan Malam*


Jika semua yang kita kehendaki harus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan harus TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita harus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR


Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa2 yang SULIT


Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK


Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar  KESABARAN 

Ketika hatimu terluka yang teramat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN



Tetap semangat…
Jaga keikhlasan...
Tetap sabar…
Tetap tersenyum…
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN


ALLOH...menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & DERAIAN AIR MATA…


Ya Allah, kuatkan kami yang lemah ini untuk Istiqomah di jalan-Mu hingga maut menjemput ....آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ 



📝 Catatan : 

Mari terus sebarkan kebaikan. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yang mendapatkan hidayah dengan sedikit langkah yang kita lakukan...

Jumat, 10 April 2020

15 pesan Covid-19

*Ada 15 Pesan yang akan ditinggalkan Covid-19 yang segera akan pergi :*

1. *Makanlah yang  menyehatkan lagi Halal. Jauhi makanan dan minuman Haram. Bukankah awalnya virus muncul setelah binatang binatang, liar, buas dan kelelawar dibantai dengan kasar atau dibakar hidup hidup lalu dimakan?*

2. *Jangan lagi berpakaian  minim lagi ketat mengumbar aurat. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita berpakaian serba tertutup?, dan memang kan semua agama Samawi memuliakan pakaian yang rapih, bersih dan sopan.*

3. *Jaga  ucapan, makanan, dan pendengaran. Bukankah masker Covid-19 telah mendidik kita  menutup mulut, lidah, telinga dan hidung?*

4. *Jangan lagi ada "pergaulan bebas" tanpa batas, selingkuh dan kumpul tanpa ikatan sah. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita untuk Sosial Distancing dan Physical Distancing, jaga jarak, bahkan bersalamanpun tidak bersentuhan?*

5. *Jangan lagi malas ke rumah rumah Ibadah, Masjid dll. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita, bagaimana sedih dan stress nya kita tanpa ada tempat memohon, berdoa, tak bisa beribadah berjamah dan shalat di Masjid dalam suasan batin yang damai. Bagaimana sedihnya melepas saudara kita yang meninggal tanpa dishalatkan beramai ramai di Masjid?*

6. *Jangan lagi pernah abaikan rumah, keluarga dengan terlalu sibuk di luar rumah. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita untuk banyak tinggal di dalam rumah bersama keluarga ?*

7. *Jangan lagi ada rasa angkuh, sombong, dan merasa besar serba bisa.*
*Bukankah Virus Corona yang kecil dan tak tampak mata itu telah mendidik kita, bahwa tidak ada yang mampu mencegahnya jika Covid-19 ingin datang mampir?, dan Covid-19 tidak mengenal status sosial miskin atau kaya, tua atau muda pembesar atau rakyat biasa, semua dihinggapi jika abai.*

8. *Jangan lagi jauh dari Tuhan..Sang Maha Pencipta. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita, dalam suasana Covid-19 aktif menyebar, semua orang ketakutan dan semua orang baru mendekat berdzikir dan berdoa, memohon perlindungan Tuhan Sang Kholiq?*

9. *Jaga kebersihan dan ketertiban. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, barang dan lingkungan dengan rajin mandi, mencuci tangan, semprot antiseptik dan disinfektan, dan tidak sembarangan membuang sampah?*

10. *Jangan lagi abai dan masa bodoh pada anugerah Allah yang melimpah tak terbatas, seperti sinar matahari, tumbuhan yang menyehatkan dll.*
*Perbanyaklah bersyukur atas  karunia gratis itu semua.*
*Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar rajin berjemur n OR di pagi hari, rajin minum jahe, sereh, kunyit, lemon dll agar daya tahan tubuh kita lebih kuat? . Tanam dan peliharalah tumbuhan yang memberi manfaat kesehatan.*

11. *Tingkatkan semangat kebersamaan, solidaritas, saling tolong. Jangan lagi semua dihitung berdasarkan kepentingan pribadi dan pamrih. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kita tidak mampu mengurus diri sendiri seorang diri, kita butuh orang lain yang meski bukan saudara seperti dokter, dll. Kalau tidak ditolong orang,  bisa mati mendadak di jalanan saat  dihindari orang karena takut tertular.*

12. *Berimanlah, beragamalah dengan baik. Percayalah yakinilah pada hal hal Ghaib yang tak tampak mata, seperti adanya Tuhan, ada Malaikat dan ada Jin. Jangan lagi menantang Tuhan dengan mengatakan, bagaimana percaya pada Tuhan sedang kita tidak bisa melihat Tuhan.*
*Bukankah Covid-19 mendidik kita bahwa meski Virus Corona tidak tampak. tapi ada, buktinya,  banyak yang terpapar oleh Covid-19 dan meninggal.*

13. *Selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan Akhirat dengan perbanyak  kebaikan, meningkatk kualitas n kuantitas ibadah dan amal sholeh. Hidup di Dunia ini hanya sementara saja, sewaktu waktu bisa mati.*
*Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kematian bisa datang menjemput secara tiba tiba dan di mana saja.*

14. *Daya tahan tubuh akan kuat jika selalu berbaik sangka, sabar, syukur, ikhlas dan jujur.*
*Daya tahan tubuh akan melemah saat pikiran dikuasai dengki, fitnah, iri, hasut, ujaran kebencian dan cacian, seks bebas, seks sesama jenis, dan Narkoba.*
*Maka perkuatlah ketahanan tubuh dengan selalu berbaik sangka,  husnudzon, ikhlas dan tawalkal. Jangan lagi ada iri, caci, dengki, ujar kebencian, fitnah dan kekerasan, Narkoba dan penyimpangan seksual.*
*Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa Virus Corona mudah menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya lemah?*

15. *Perkuat Silaturrahim. Jaga harmoni sesama makhluk. Jangan lagi merusak alam. Jangan ekspoilitasi kekayaan bumi secara berlebihan. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa, adanya  keseimbangan dan pengurangan polusi industri, asap mesin, keseimbangan semburan kimia beberapa minggu ini, telah membuat udara, awan dan alam ini lebih cerah dan bersih?*

*Sungguh pelajaran yang luar biasa dari Virus Corona.*
*Semoga  kita semua selalu dalam  lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari semua musibah dan penyakit. Dan wabah Covid-19 cepat berlalu. Aamin YRA.*

Mohon maaf lahir & bathin...🙏🙏🤗❤️

Selasa, 24 Maret 2020

Tuhan Mengajarkan melalui CORONA

Enak dibaca dan perlu direnungi👇

*TUHAN MENGAJARKAN MELALUI CORONA*
Karya : KH Mustofa Bisri

Vatikan sepi
Yerusalem sunyi
Tembok Ratapan dipagari
Paskah tak pasti
Ka'bah ditutup
Shalat Jumat dirumahkan
Umroh batal
Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!
Bahwa "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.

Ketika Corona datang,
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di Basilika Santo Petrus
Bukan di Ka'bah.
Bukan di dalam gereja.
Bukan di masjid
Bukan di mimbar khotbah
Bukan di majels taklim
Bukan dalam misa Minggu
Bukan dalam sholat Jumat.

Melainkan,
Pada kesendirianmu
Pada mulutmu yang terkunci.
Pada hakikat yang senyap
Pada keheningan yang bermakna.

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.

Corona memurnikan agama
Bahwa tak ada yang boleh tersisa.
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.
Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.

Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri.
Temukan Dia di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersamaNya.

Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu.
Qalbun mukmin baitullah.
Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.

Biarlah hanya Tuhan yang ada.
Biarlah hanya nuranimu yang bicara.
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.

____
Jakarta 21 Maret 2020 ikhtiar dan bermunajat

#covas

Jumat, 28 Februari 2020

5 Kiat Sukses Mendidik Anak

5 Kiat Sukses Mendidik Anak | Ustadz Arifin Ilham

Sahabatku inilah diantara LIMA KIAT SUKSES mendidik Anak:

1. Orang tua teladan dalam cinta kasih sayang, ibadah, amal sholeh dan kemuliaan akhlak,

2. Menanamkan kebiasaan kebiasaan yang baik sejak dini, seperti disiplin diri, waktu, kejujuran, kebersihan dsb,

3. Orang tua selalu belajar Alqur'an dan Sunnah, siap menjadi guru untuk mengajar anak anaknya secara serius "wa huwa yaizhuhu", tiga ilmu pokok, Tauhid, Ibadah terutama sholat dan Akhlak mulia, sebagaimana Luqmanul Hakim mendidik anaknya (QS Luqman 13-19),

4. Hadiah dan pujian karena prestasi dan sangsi yang mendidik atas kenakalan anak anak,

5. Doa orang tua sangat mustajab, terutama doa dipenghujung malam.

"Allahumma ya ALLAH jadikanlah anak anak cucu keturunan kami sebagai GENERASI yang SHOLEH SHOLEHAH, Selamat dunia akhirat... Aamiin".

Semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Februari 2020

Jeniusnya Rasulullah tentang Kesehatan Hati

MUTIARA PAGI:

*🌠JENIUSNYA RASULULLAH tentang KESEHATAN HATI*👇

_*"Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu"*_

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis...
Benci banget ?
Dendam banget ?
Nggak suka banget ?
Sedih Banget ?
Kecewa banget ?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh...
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi....

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja...

Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi..

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak...
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh....

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak.
Kecewa masih berlanjut.
Perasaan masih ga enak.
Benci masih kuat.

_SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI_

Serius?

Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam.. pernah berkata :

"Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk."

Itulah *"H A T I"*

Seharus ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama...

Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan.

Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci...dan di bersihkan.

_*Tanda hati bersih dan suci adalah :*_

-. Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain..
-. Selalu semangat berbagi tanpa pamrih..
-. Selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita..

_Termasuk saat kita dimusuhin ?_ _Dibenci ?_

_*Gak apa...Berarti Dosa kita, jadi ada yang tanggung*_

_Di dzalimi?_

_*Wah, ini dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang...*_
_*Allah Arrahmaan Arrahiim...*_

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu.

Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tidak perlu merasa rugi, Karena semua ada hikmahnya...

*PASTIKAN ITU*

Kalau hati terasa tidak baik, dengan tanda2 :
ada rasa sedih, kecewa, benci, dendam, segera action...

_Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:_

*1. Ikhlas*

Tarik nafas, buang nafas.
Setiap nafas adalah nafas baru, harapan baru.

Jangan pusing dengan yang lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.

*2. Terima dan hargai*

Allah Maha Besar dan Maha Tahu, Allah tahu yang terbaik buat kita, semua pasti baik dan bermanfaat.

*3. Bersyukur dibalik bencana jadi karunia*

Bertanyalah: “Kenapa ya kira-kira Allah – Yang Maha Kasih dan sangat mengasihiku, memberikan sesuatu yang tidak kusukai dan tidak sesuai dengan harapanku ini?

Kira-kira apa kebaikan di baliknya?

Ada pelajaran...
Rubah Mindset-nya husnudzon, berbaik sangkalah sama Allah.

*4. Berbagi tanpa pamrih*

Apapun hikmah yang ada, pasti bisa dibagi.

Pasti ada pengalaman baru, kesadaran baru, yang bisa diberikan pada yang lain.

Bagilah senyum pada semua.
maafkan semua orang...

Do'akan semua orang yang pernah singgah di hati kita.

Apa do'a yang harus di panjatkan untuk diri sendiri dan orang yang terkait?

Apa kira-kira yang kita bisa lakukan dengan lebih baik lagi, untuk hanya mengharap Ridha Allah semata.

*5. Bahagia saat orang lain bahagia*

Termasuk orang yang awalnya tidak Kita sukai....
Kita benci....
Kita anggap merugikan...
Kita anggap mengecewakan..

Apalagi terhadap orang2 yang berjasa kepada kita..
Muliakan mereka sebagai wujud rasa syukur kepada Allah...
Kita jadi tegar seperti sekarang...
Ada jasa terbaik mereka di hati kita...

Muliakan saudara kita yang pernah menolong kita.. meskipun si penolong membuat kecewa...dan kecewa.. maafkan kekecewaaannya..
mulyakan jasanya..
Allah-lah yang akan membalas segala keikhlasan..

Ketika  Penyakit hati pelan-pelan sembuh... Maka Begitu juga penyakit tubuh akan hilang dan sembuh.

Ayo berusaha selalu jaga kesehatan hati mulai detik ini.

Semoga tidak ada lagi rasa benci atau kecewa di hati kita..

Semoga Allah Ridha dengan niat kita untuk selalu Membersihkan Hati...

بارك الله فيكم و يحفظكم

Semoga bermanfaat
👍🏻💚💐👌🏻

Senin, 03 Februari 2020

Lima Tanda Orang Tawadhu

*🌠MUHASABAH DIRI EDISI SELASA, 4 FEBRUARI 2020 TENTANG TIGA PULUH AKHLAK TERPUJI*👇

*( Bagian 4 : Lima tanda orang tawadu)*

Sebagaimana kita ketahui bersama
Allah SWT berfirman:

وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا

"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,"
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa orang yang rendah hati adalah merupakan hamba Alloh Yang Maha Pengasih.
Salah satu di antaranya adalah tawadlu.
Tawadhu’ atau rendah hati merupakan salah satu sikap terpuji sebab itu merupakan akhlak orang mukmin sejati. Seseorang yang bersikap sebaliknya–takabur–sangat dibenci oleh Allah SWT. Orang takabur diancam tidak akan masuk surga sampai ia bertobat dan tidak lagi menjadi orang takabur.
Melansir dari dari
nu.id.com. setidaknya ada lima tanda orang yang tawadhu yaitu

*1.Tidak suka atau tidak berambisi menjadi orang terkenal*.

Orang seperti ini menghindari penonjolan diri atau mencari muka demi meraih popularitas. Artinya orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang ikhlas bekerja tanpa pamrih mendapatkan kemasyhuran di tengah-tengah masyarakat, apalagi mencari pujian.   

*2.Menjunjung tinggi kebenaran* dan bersedia menerimanya tanpa memandang hal-hal duniawi, seperti status sosial, dari orang yang menyatakannya. Hal ini sejalan dengan nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA berbunyi, “La tandhur ilâ man qâla, wandhur ilâ ma qâla (Jangan melihat siapa yang mengatakan, lihatlah apa yang dikatakannya)." Jadi orang tawadhu’ sekaligus adalah orang yang sportif atau jujur.   Ketiga, tidak segan-segan untuk bergaul dengan fakir miskin, dan bahkan secara tulus mencintai mereka. Hal ini persis seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikisahkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji, karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji, halaman 123, sebagai berikut: “Wakâna shallallâhu alaihi wassalam syadidal haya’i wattwadhu’i.... yuhibbul  fuqarâ’a wal masâkina wayajlisu ma’ahum.” (Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat pemalu dan amat tawadhu’... beliau mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan bergaul dengan duduk bersama mereka.) 

*4.Ringan tangan*

dalam membantu orang-orang yang memerlukan bantuan sehingga bersedia bertindak atas nama mereka.  Ia tidak merasa turun derajat jika yang ia bantu ternyata dari kalangan yang lebih rendah atau orang-orang biasa. Dengan kata lain orang tawadhu’ tidak suka bersikap diskriminatif sehingga hanya bersedia membantu orang-orang yang sederajat atau lebih tinggi saja. 

*5.Tidak merasa berat untuk mengucapkan terima kasih*

Kepada siapa saja yang telah membantu menunaikan kewajibannya, karena suatu alasan, tanpa memandang status sosialnya. Ketika ternyata ada yang lalai dalam membatu, ia tidak keberatan untuk memaafkannya. Dengan kata lain orang tawadhu’ tentu  berterima kasih atas kebaikan orang lain dan tidak keberatan untuk memaafkan mereka yang telah berbuat salah. 

Semoga kita semua termasuk orang yang memiliki lima tanda tawadlu sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin

Rabu, 29 Januari 2020

Pembelajaran diri, berbuat salah dan memaafkan

Seorang laki laki pergi ke Masjid. Ia lupa mematikan (silent mode) hp nya, dan secara tiba tiba berdering waktu sedang berdoa. Seorang takmir menegurnya dari depan, Beberapa orang memarahinya usai berdoa karena dia sudah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika berdoa. Dalam perjalanan pulang, Istrinya terus memarahinya karena keteledorannya sepanjang jalan pulang ke rumah. Orang orang tampak melihatnya dg rasa nyinyir dan menertawakannya, dipermalukan dan meremehkannya.
Sejak itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi melangkahkan kakinya ke Masjid itu.

DAN

Malamnya, ia pergi ke cafe. Masih merasa gugup dan terguncang, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja. Pelayan bar dengan sigap meminta maaf dan memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. Petugas kebersihan mengepel lantai. Manajer bar itu memberikan minuman pengganti. Ia juga memberikannya pelukan serta berkata *"Jangan kuatir, Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?"*
Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu.

PELAJARAN:
Terkadang sikap kita sebagai orang beriman dan percaya  malah mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Kita memagari/ mengekslusifkan diri kita seakan kita adalah orang2 suci,.

Bagaimana kita bicara tentang memenangkan jiwa, bila fokus kita adalah kesalahan2 orang lain saja?
Mari asah kembali mata hati kita, bukan soal siapa benar ataupun siapa salah, namun respon kita yg menentukan.
#marahtidakmenyelesaikanmasalah
#introspeksidiri
#muhasabahdiri

Selasa, 07 Januari 2020

Serba 3 dalam kehidupan

🎯Serba 3 = Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
* 1. Waktu *
* 2. Ucapan *
* 3. Kesempatan *
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal ...

🎯 Ada 3 hal yang bisa menghancurkan hidup seseorang:
* 1. Amarah *
* 2. Keangkuhan *
* 3. Dendam *
Hindarilah dia selalu ...

🎯 Ada 3 hal yang tidak boleh hilang:
* 1. Harapan *
* 2. Keikhlasan *
* 3. Kejujuran *
Peliharalah ketiganya ...

🎯 Ada 3 hal yang paling berharga:
* 1. Kasih Sayang *
* 2. Cinta *
* 3. Kebaikan *
Pupuklah itu semua ...

🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
* 1. Kekayaan *
* 2. Kejayaan *
* 3. Mimpi *
Jangan terobsesi melengkapi ...

🎯 Ada 3 hal yang bisa membentuk watak seseorang:
* 1. Komitmen *
* 2. Ketulusan *
* 3. Kerja Keras *
Upayakanlah sekuatnya ...

🎯 Ada 3 hal yang membuat kita sukses:
* 1. Tekad *
* 2. Kemauan *
* 3. Fokus *
Usahakan dengan sungguh-sungguh ...

🎯 Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu:
* 1. Rejeki *
* 2. Umur *
* 3. Jodoh *
Mintalah pada TUHAN ..

🎯 TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI:
* 1. Tua *
* 2. Sakit *
* 3. Kematian *
* Persiapkanlah dengan sebaik-baik nya ... *

Sabtu, 04 Januari 2020

Tahapan perkembangan Pemimpin

Tahapan masa perkembangan ESQ seseorang melalui 5 ( lima ) tingkat :

1. Pemimpin Tingkat 1
Dependent :  tergantung sama orang tua. Contoh anak SD.

2. Pemimpin Tingkat 2
 Ego independent.  Sudah independen, tapi egonya yang utama. Contoh anak SMA. Tapi masalahnya bisa jadi dia sudah sarjana, master atau bahkan profesor tapi ESQ nya masih tingkat dua. Niscaya dia hanya mementingkan ego. Dan ujung-ujungnya korupsi. Di level ini orang merasa paling benar.

3. Pemimpin Tingkat 3
Social dependent. Dia tergantung lingkungan sosial. Sudah mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dan sangat tergantung lingkungan. Tapi kalau dia jadi pemimpin dia tidak akan punya pendirian dan tidak punya prinsip. Tidak punya integritas. Jagonya hanya PDKT dan loby-loby. Kalau temannya korupsi niscaya dia akan biarkan saja, karena itu teman.
.
4. Pemimpin Tingkat 4
 Intra - independent.
Dia sudah mulai mandiri secara pribadi dan punya prinsip dan integritas. Dia mampu komitmen pada nilai-nilai dan punya kepribadian Contoh : Sudirman, Hoegeng, Baharuddin Lopa dan Bismar Siregar.

5. Pemimpin Tingkat 5
Inter - Dependent. Orang yang punya kepribadian dan prinsip hidup yang kuat namun bisa bisa hidup berdampingan dengan yang lain.
" Saya berbeda dengan Anda but I still love you ", contoh Gandhi dan Nelson Mandela.
.
Masalahnya 60% manusia di dunia hanya sampai level 3 saja meskipun usia bertambah.
Bahkan umur sudah 30 tahun, 40 tahun, atau 50 tahun lebih tapi kelakuan masih di level 2 alias Egois.

Level 3 tidak berani ambil keputusan level tiga...plin-plan serta selalu Baper ( sensitive ).
.
ESQ Training  dan ESQ Coaching adalah sebuah proses untuk membawa Anda ke level 4 dan level 5.
Level 4 adalah ketika Anda sudah prinsip. Dan level 5 adalah sudah level kepemimpinan RAHMATAN LIL ALAMIN, karena dia sudah berfikir untuk sesama, dan tidak lagi berfikir untuk diri sendiri.

Ary Ginanjar, Penulis Buku ESQ.
.
Catatan :
Ambil pesan baik& hikmahnya  ya...
Sujud ibadah sesungguhnya tentu hanya kepada Allah

Kamis, 02 Januari 2020

10 Kepribadian Luar Biasa

10 KEPRIBADIAN LUAR BIASA
.
1. TULUS --> Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
.
2. RENDAH HATI --> Hanya orang yang kuat batinnya yang bisa
bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui
dan menghargai keunggulan orang lain.
.
3. SETIA --> Orang yang setia bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak berkhianat.
.
4. POSITIVE THINKING --> Orang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.
.
5. CERIA --> Artinya bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan.
.
6. TANGGUNG JAWAB --> Ia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh . Kalau salah, berani mengakuinya dan
tidak mencari kesalahan orang lain.
.
7. PECAYA DIRI --> Mampu menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan orang lain. Juga mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
.
8. BERJIWA BESAR --> Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar
dia tetap tegar!
.
9. EASY GOING --> Maksudnya, tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah besar. Dia tidak mau pusing dengan masalah yang berada di luar kontrolnya.
.
10. EMPATI --> Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
.
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati
kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiin..

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...