Jumat, 22 Februari 2019

Di cari Teman yang bisa men-Shalatkan kita ketika kita wafat

๐Ÿ“– *DICARI Teman yang bisa Men-Sholatkan kita... Ketika  KITA  WAFAT* ๐Ÿคฒ๐Ÿผ

*Duka cita di zaman sekarang*

Karangan Bunga tidak menambah apa-apa.
Ada seseorang yang  kami kenal...,
sebagai seorang yang diberikan kedudukan yang  tinggi di dunia ini dihadapan manusia. Beberapa waktu  yg  lalu, beliau rahimahullah  wafat.

Ma syaa Alloh, selang satu  jam tersiar berita duka, semua masyarakat bergerak. Tamu berdatangan kerumah megahnya. Tidak sampai tiga jam, jalan raya di sekitar rumah duka, penuh  dengan karangan bunga yg  tersurat dari rupa-rupa orang besar di negeri ini.
Jalanan ditutup untuk umum, dijaga oleh polisi militer.  Patroli pengawal disiapkan, panitia pengurusan jenazah didatangkan khusus.   Keluarga tidak mau pengurusan oleh jamaah  Masjid. Tak masalah.
Hingga selesailah jenazah dikafani, dan siap dishalatkan.

Diluar rumah orang ratusan sudah berjejalan hadir. Maka diputuskan jenazah dishalatkan di masjid.  Segera kami siapkan, masjid siap, jenazah sudah dihadapan imam, tetapi....
yang berbaris dibelakang imam baru enam orang! 

Subhanallah, kami susul para  pelayat di luar masjid.
"Pak..., Bu..., ayo ambil wudhu...! Shalat jenazah mau dimulai...! Ayo Pak...!!", kami menyeru..... 
Namun, tamu-tamu elite dan sosialita ini berujar diluar dugaan, "ini susah buka sepatunya, dek...!" atau  "kami doakan saja..., dek dari sini, timpal ibu yg lain sambil bercermin ke kaca mobil. 

Subhanallah, kami seru tetangga-tetangga kampung  kami yg sama-sama hadir menyaksikan prosesi megah ini,
"Pak..., Bu..., Ayo...! Cepet  wudhu...! Ayo Pak..., diminta keikhlasannya...!!"
Bapak ibu tetangga kami ini hanya menggeleng, sambil tersenyum, "Nggak dek..."
Malu. Banyak  orang  besar!  Kami terhenyak menyerah...
Akhirnya kami kembali kedalam masjid, yang saat itu terhimpun sekitar 11 orang yang kemudian kami bagi menjadi tiga shaf.
Jenazah pun dishalatkan.
Semoga Allah mengampuni almarhum..., menyayangi beliau..., dan memasukkan beliau ke dalam Syurga-Nya yang penuh kenikmatan.

*Ibrah  bagi  yang  hidup*:
Berkawanlah dengan mereka yang pada waktunya, ikhlas  menyalatkan jenazah kita..., bahkan walau pun harus menempuh jarak. Mereka yang ikhlas mau mendo'akan ampunan Allah bagi kita ketika jasad ini sudah kaku.
Berdekatanlah dengan mereka yang benar-benar menyayangi kita Dunia-Akhirat.
Karena karangan bunga tidak menambah apa-apa..... 
*Takziah dan ikut men-Sholatkan jenazah serta mendo'akan itulah yang paling utama*.....
Carilah teman ta'at Dunia- Akhirat supaya kelak kita tidak hanya menerima kiriman karangan bunga...

#Reminder diri, sudah kah kita mempunyai teman seperti ini ?
Semoga... In Syaa Alloh...

*Saudaraku, kalau saya berpulang duluan titip sholatkan ya ?*
*Jazakumullah khairan* ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA ๐ŸŽ™ Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...