Sabtu, 09 Juni 2018

MENDETEKSI KESOMBONGAN


SOMBONG adalah PENYAKIT yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jabatan kita.

DITINGKAT SATU
Sombong disebabkan oleh FAKTOR MATERI, dimana kita merasa,
Lebih kaya,
Lebih berkuasa,
Lebih tinggi jabatan,
Lebih rupawan, dan
Lebih terhormat daripada orang lain.

DITINGKAT KEDUA
Sombong disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa,
Lebih rajin,
Lebih pintar,
Lebih kompeten,
Lebih berpengalaman,
Lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

DITINGKAT KETIGA
Sombong disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri,
Lebih bermoral,
Lebih pemurah,
Lebih banyak amalnya,
Lebih bersemangat berjuang dan beribadah,
Lebih banyak kontribusinya untuk umat.
Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.
Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, Semakin TINGGI TINGKAT KESOMBONGAN kita, semakin sulit pula kita MENDETEKSINYA.

SOMBONG karena MATERI mudah terlihat. Namun, SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN, SULIT TERDETEKSI. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam bathin kita.

Kita mungkin perlu mendeteksi kesombongan kita setiap hari. Agar kita tidak menjadi buta dengan kepongahan dan kesombongan itu sendiri.

KESOMBONGAN hanya membawa pada KEJATUHAN.

"Tidak akan masuk Surga orang yang terdapat SEBESAR BIJI ZARRAH KESOMBONGAN di dalam hatinya." (HR.Muslim)

KESOMBONGAN tidak disukai oleh PENGHUNI BUMI maupun PENGHUNI LANGIT.

Tetaplah RENDAH HATI Sebab, kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

NutrisiJiwa@demang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...