Kamis, 17 Mei 2018

BERPUASA SEPERTI ULAT ATAU SEPERTI ULAR ?

*BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR*

Secara sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada orang mukmin saja.

Beberapa jenis makhluk hidup melakukan juga berpuasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.

Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.

Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.

*A. PUASA ULAR*

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.

Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus *berpuasa* tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah *puasanya selesai*, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

Pelajaran dari puasanya ular :

1. *Wajah* ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
2. *Nama* ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ular.
3. *Makanan* ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
4. *Cara bergerak* sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
5. *Tabiat dan sikap* sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

*B. PUASA ULAT*

Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia melakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam *kokon (kepompong)* sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama *kupu-kupu*.

Pelajaran dari puasanya ulat :

1. *Wajah* ulat sesudah puasa berubah *indah mempesona*
2. *Nama* ulat sesudah puasa berubah menjadi *kupu-kupu*.
3. *Makanan* ulat sesudah puasa berubah *mengisap madu*.
4. *Cara bergerak* ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah *terbang* di awang-awang.
5. *Tabiat* dan *sifat* berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu *penyerbukan bunga*

*Kesimpulan :*
Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi  *khairunnaas anfa'uhum linnaas* (sebaik-baik manusia ialah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

Selamat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1439 H, semoga lulus menjadi Muttaqin.🙏🏻🙏🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...