Senin, 05 Maret 2018

BERIKAN ANAK-ANAKMU MAKANAN YANG HALAL

Kisah inspiratif


KONON, seorang sahabat yang bernama Abu Dujanah  tidak betah berlama-lama menunaikan salat Subuh bersama Nabi, Begitu selesai menunaikan salat Subuh, ia langsung keluar tanpa menunggu doa yang dipanjatkan oleh Nabi.
Sautu ketika Rasulullah memanggil Abu Dujanah. “Apakah engkau merasa tidak membutuhkan Allah? Tanya Rasulullah kepada Abu Dujanah. “Bukan begitu, wahai Rasulullah”. Jawab Abu Dujanah. “Lalu kenapa setelah salat engkau langsung keluar tanpa mendengarkan doa terlebih dahulu?” Tanya Rasulullah,
Ditanya begitu, Abu Dujanah langsung menceritakan alasan mengapa ia langsung bergegas pergi setelah menunaikan salat Subuh bersama Rasulullah.
“Rumahku,” kata Abu Dujanah  berkisah, “berdampingan dengan rumah seorang laki-laki yang memiliki pohon kurma yang condong ke rumahku. Jika pada malam hari angin bertiup cukup kencang maka buah pohon kurma itu berjatuhan ke rumahku. Jika anakku bangun, ia akan memungut kurma-kurma yang berjatuhan itu. Sebab ia sangat kelaparan. Sehingga ia memakan apapun yang ia temukan. Itulah sebabnya mengapa aku bergegas pulang. Aku khawatir anak-anakku bangun sebelum kedatanganku. Sehingga mereka akan memunguti dan memakan buah-buah kurma itu. Karena itu, sebelum mereka bangun, aku cepat-cepat pulang untuk memunguti buah kurma yang berguguran itu untuk aku antarkan kepada pemiliknya.”
“Pernah suatu ketika,” kata Abu Dujanah melanjutkan, “aku melihat anakku memasukkan kurma ke dalam mulutnya. Melihat hal itu, maka aku keluarkan kurma itu dari mulutnya mengguanakn tanganku sendiri. Aku katakan pada anakku, ‘Anakku, jangan engkau permalukan ayahmu di akhirat kelak.’ Dibilang seperti itu anakku menangis. Sebab pada waktu itu ia memang sangat lapar. Lalu aku katakan padanya, ‘Seadaninya engkau harus mati, maka aku tetap tidak akan membiarkan harta haram itu masuk ke dalam tubuhmu’.”
Kemudian Abu Dujanah mengantarkan kurma yang hampir dimakan oleh anaknya kepada pemiliknya. Tak lupa, ia juga menyerahkan kurma-kurma lain yang berguguran di rumahnya. Rasulullah mengucurkan air mata setelah mendengar penderitaan dan kehati-hatian Abu Dujanah.
Mendengar cerita kehati-hatian Abu Dujanah, timbul rasa kagum dalam hati Rasulullah. Maka pada akhirnya, pohon kurma itu dibeli oleh Abu Bakar kemudian diberikan kepada Abu Dujanah.
Lihatlah bagaimana seorang Abu Dujanah menjaga anak-anaknya dari perkara haram. Tindakan Abu Dujanah tersebut tidak hanya menjadi teladan yang sangat berharga bagi anak-anaknya, tetapi juga memiliki pengaruh yang sangat besar pula bagi sang anak, terlebih bagi anak-anak yang tengah mendalami ilmu-ilmu agama. Sebab, jika hati seorang anak telah bersih dan steril dari perkara haram, ia akan mudah untuk menerima ilmu-ilmu agama dan sekaligus mengamalkannya. Namun sebaliknya, apabila hati seorang anak telah terkotori oleh perkara haram, maka ia akan terdorong untuk melakukan maksiat. Dengan begitu, akan sulit baginya untuk mencerna dan menyerap ilmu-ilmu agama.

Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Termasuk Akhlak Yang Mulia

 TERMASUK AKHLAK YANG MULIA 🎙 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata : “Tanda akhlak mulia itu ada pada 10 perkara : 1. Jarang berselisih. 2...